Wisata WisataCerita, tips, dan rekomendasi yang dipersiapkan dengan rapi.
travel

Apakah Curug Leuwi Hejo Masih Termasuk Wisata Alam Tersembunyi di Bogor?

Cari tahu apakah Curug Leuwi Hejo masih bisa disebut wisata alam tersembunyi di Bogor. Simak ulasan jujur soal keramaian, akses, dan tips ke sini.

28 Aug 2026 · 5 menit baca · oleh Erina Sutanto
Apakah Curug Leuwi Hejo Masih Termasuk Wisata Alam Tersembunyi di Bogor?

Pertanyaan ini sering muncul di benak saya dan mungkin juga di pikiran Anda yang sedang mencari destinasi alam yang masih sepi di sekitar Bogor. Curug Leuwi Hejo, atau yang lebih dikenal dengan nama Curug Seribu, sempat viral beberapa tahun lalu sebagai air terjun dengan air hijau toska yang eksotis. Tapi, setelah bertahun-tahun dikenal luas, apakah tempat ini masih layak disebut sebagai "wisata alam tersembunyi"?

Jawaban singkatnya: Tidak, Curug Leuwi Hejo sudah tidak bisa lagi disebut sebagai wisata alam tersembunyi. Tempat ini sudah sangat populer, aksesnya mudah, dan pengunjungnya ramai hampir setiap akhir pekan. Tapi jangan khawatir, artikel ini akan mengupas tuntas kenapa statusnya berubah, bagaimana kondisi terkini, dan apa saja yang perlu Anda pertimbangkan sebelum berkunjung.

Kenapa Curug Leuwi Hejo Sudah Tidak Lagi Tersembunyi?

Dulu, sekitar tahun 2015-2017, Curug Leuwi Hejo memang masih termasuk hidden gem. Jalurnya terjal, belum banyak yang tahu, dan suasananya masih sangat alami. Tapi sekarang, situasinya sudah berubah drastis.

Pertama, faktor media sosial. Foto-foto air berwarna hijau jernih yang dipotret dari angle tertentu langsung menyebar luas di Instagram dan TikTok. Akibatnya, dalam hitungan bulan, tempat yang tadinya hanya dikunjungi puluhan orang per hari berubah menjadi ribuan. Menurut data dari pengelola setempat yang saya baca di beberapa forum traveler, pada tahun 2019 saja, kunjungan bisa mencapai 2.000-3.000 orang di akhir pekan. Angka itu jelas bukan ciri tempat tersembunyi.

Kedua, infrastruktur yang sudah sangat memadai. Sekarang, Anda tidak perlu lagi tracking susah payah. Dari pintu masuk utama Curug Seribu (yang merupakan satu kawasan dengan Leuwi Hejo), Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 15-20 menit di jalur yang sudah dibeton dan bertangga. Bahkan, ada opsi naik ojek motor untuk yang malas jalan. Ini sangat berbeda dengan pengalaman saya pertama kali ke sana tahun 2017, di mana saya harus menuruni tebing licin dan melewati sungai kecil.

Ketiga, sudah ada banyak warung dan tempat duduk di sekitar lokasi. Suasana yang dulu hening kini berubah menjadi ramai dengan suara pengunjung dan penjual. Kalau saya pribadi, kehilangan elemen "petualangan" yang biasanya saya cari dari wisata alam tersembunyi. Jadi, secara objektif, Leuwi Hejo sudah masuk kategori wisata alam mainstream di Bogor.

Bagaimana Cara ke Curug Leuwi Hejo dan Berapa Biayanya?

Meskipun sudah tidak tersembunyi, tempat ini tetap layak dikunjungi. Aksesnya dari pusat Kota Bogor cukup mudah. Anda bisa naik angkot dari Terminal Baranangsiang menuju arah Cisarua, lalu turun di pertigaan Curug Seribu. Dari sana, lanjut dengan ojek motor sekitar 5-7 menit ke loket masuk.

Biaya masuknya tergolong murah. Per awal 2026, tiket masuk Curug Seribu (satu kawasan) sekitar Rp25.000 per orang di hari biasa, dan Rp35.000 di akhir pekan. Belum termasuk biaya parkir motor Rp5.000 atau mobil Rp15.000. Kalau Anda naik ojek dari pertigaan, ongkosnya sekitar Rp20.000 sekali jalan. Total biaya untuk satu orang, tanpa makan, kira-kira Rp50.000 - Rp70.000.

Untuk mencapai Curug Leuwi Hejo dari area parkir, Anda harus melewati beberapa curug lain seperti Curug Kembar dan Curug Sawer. Jalurnya sudah bagus, tapi tetap hati-hati karena beberapa anak tangga cukup curam dan licin, terutama setelah hujan. Saya sarankan bawa sandal gunung atau sepatu anti-slip, bukan sendal jepit biasa. Percayalah, saya pernah hampir terpeleset karena memakai sendal jepit di jalur bebatuan basah.

Apa Risiko dan Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan?

Ini bagian yang jarang dibahas di artikel-artikel travel yang hanya fokus pada keindahan. Sebagai seseorang yang sudah beberapa kali ke sana, saya harus jujur soal sisi negatifnya.

Risiko utama adalah keramaian. Jika Anda datang di akhir pekan atau hari libur nasional, bersiaplah untuk antre. Antrean terjadi di beberapa titik, terutama di tangga menuju turunan ke Leuwi Hejo. Waktu tunggu bisa 15-30 menit hanya untuk bisa turun. Begitu sampai di bawah, kolam renang alaminya penuh dengan orang. Foto yang Anda lihat di Instagram dengan latar air sepi itu biasanya diambil pagi-pagi sekali (sebelum jam 8 pagi) atau di hari kerja.

Risiko kedua adalah sampah. Sayangnya, dengan banyaknya pengunjung, kesadaran menjaga kebersihan masih rendah. Saya sering melihat sampah plastik berserakan di pinggir sungai atau bahkan di dalam air. Ini sangat kontras dengan keindahan air hijaunya. Kalau Anda sensitif dengan kebersihan, mungkin ini akan mengganggu.

Ketiga, keamanan berenang. Air di Leuwi Hejo cukup dalam, sekitar 3-5 meter di bagian tengah. Meskipun ada pelampung yang disediakan, tidak ada penjaga pantai profesional. Beberapa tahun lalu, sempat ada kabar tentang pengunjung yang hampir tenggelam karena kelelahan atau kram. Jadi, jika Anda tidak bisa berenang, jangan memaksakan diri untuk berenang di bagian tengah. Cukup bermain di tepian yang dangkal.

Alternatif Curug Tersembunyi di Bogor Jika Ingin yang Sepi

Nah, kalau setelah membaca di atas Anda tetap ingin mencari pengalaman wisata alam yang benar-benar tersembunyi di Bogor, ada beberapa alternatif yang bisa saya rekomendasikan. Saya sendiri lebih sering ke tempat-tempat ini akhir-akhir ini.

Pertama, Curug Cikuluwung. Letaknya masih di kawasan Curug Seribu, tapi jalurnya lebih ekstrem. Anda harus tracking menyusuri sungai dan melewati bebatuan besar. Karena aksesnya sulit, pengunjung di sini sangat sedikit. Saya pernah ke sana di hari Minggu dan hanya bertemu 5 orang. Airnya juga jernih, tapi tidak seterkenal Leuwi Hejo.

Kedua, Curug Luhur. Berlokasi di daerah Ciawi, curug ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan kolam yang cukup luas. Aksesnya lumayan menantang karena harus melewati perkebunan warga. Tiket masuknya pun sangat murah, sekitar Rp15.000. Tempat ini masih sepi karena kurang terekspos di media sosial. Saya pribadi lebih suka suasana di sini karena lebih teduh dan tenang.

Ketiga, Curug Cilember. Mungkin sudah sedikit dikenal, tapi masih jauh lebih sepi dibanding Leuwi Hejo. Curug ini memiliki tujuh tingkat air terjun. Anda bisa memilih untuk berhenti di tingkat pertama yang mudah diakses, atau tracking ke tingkat atas yang lebih menantang. Biaya masuknya sekitar Rp30.000. Cocok untuk Anda yang ingin tracking sambil menikmati beberapa curug sekaligus tanpa keramaian.

Jadi, jika tujuan utama Anda adalah mencari ketenangan dan petualangan, tiga alternatif di atas bisa menjadi pilihan yang lebih tepat daripada Leuwi Hejo yang sudah terlalu ramai.

Suasana kolam air hijau Curug Leuwi Hejo yang ramai pengunjung

Jalur tracking beton menuju Curug Leuwi Hejo yang sudah diperbaiki

Pemandangan Curug Cikuluwung yang masih sepi sebagai alternatif wisata tersembunyi

Curug Leuwi Hejo tetap menawarkan pemandangan air hijau yang indah dan biaya yang terjangkau, tapi statusnya sebagai tempat tersembunyi sudah lama hilang. Jika Anda tidak masalah dengan keramaian dan antrean, tempat ini masih worth it untuk dikunjungi. Tapi kalau Anda mencari pengalaman alam yang lebih tenang dan petualangan yang sesungguhnya, coba alihkan pandangan ke Curug Cikuluwung atau Curug Luhur. Pada akhirnya, pilihan kembali pada prioritas Anda: foto estetik di tempat hits, atau ketenangan di tempat yang benar-benar alami.

Referensi: Wikipedia - Curug Leuwi Hejo

Untuk konteks lebih: sumber resmi.

Tag: #curug leuwi hejo #wisata alam bogor #air terjun bogor #wisata tersembunyi bogor #curug seribu